RSS
Tampilkan postingan dengan label navika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label navika. Tampilkan semua postingan

Pengertian modem secara umum

Pengertian modem secara umum

Modem adalah singkatan dari modulator dan demodulator. Modulator mempunyai fungsi melakukan proses menghantarkan data dalam bentuk sinyal informasi ke sinyal pembawa (carrier) agar dapat dikirim ke pengguna melalui media tertentu. Dan proses ini biasa dinamakan dengan proses modulasi. Dalam proses ini data dari komputer yang berbentuk sinyal digital akan diubah menjadi sinyal analog.
Demodulator mempunyai fungsi sebagai proses untuk mendapatkan kembali data yang dikirim oleh pengirim. Pada proses ini data akan dipisahkan dari frekuensi tinggi dan data yang berupa sinyal analog akan diubah kembali menjadi sinyal digital agar bisa dibaca oleh komputer.

Fungsi modem secara umum

Fungsi modem adalah merubah komunikasi dua arah dari sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya. Sebuah sinyal digital yang dikirimkan dari komputer diubah menjadi sinyal analog terlebih dahulu oleh modem dan ditransmisi melalui kabel telepon untuk dihantarkan ke komputer lainnya dan sebaliknya.
Saat ini modem juga telah mengembangkan tehnologi dengan menambah fasilitas voice modem yang dapat berfungsi sebagai saluran radio, percakapan telepon maupun audio lainnya.

Fungsi modem secara khusus 

Untuk meminimalisir tingkat kesalahan yang terjadi ketika melakukan transmisi sinyal, dan modem juga akan memeriksa informasi yang diterima apakah rusak atau tidak dengan metode checksum jika terjadi kerusakan maka data tersebut akan dikirim kembali ke tempat asal.

Jenis jenis modem yang beredar

Banyak sekali jenis jenis modem yang ada pada saat ini, jenis modem dapat dibedakan berdasarkan pemasangannya dan jaringannya. berdasarkan pemasangannya modem dikenal dengan modem internal dan modem eksternal, Sedangkan jikberdasarkan jaringannya modem bisa dibedakan menjadi modem dengan media kabel dan modem dengan media tanpa kabel.

Modem Internal merupakan perangkat jaringan yang terdapat pada papan ekspansi yang dipasangkan pada slot motherboard. keuntungan modem ini adalah cara pemasangannya mudah dan harganya relatif lebih murah. Modem internal ini juga dikenal sebagai On-Board Modem

pengertian modem

Modem eksternal adalah modem yang dipasangkan di luar komputer, biasanya ditancapkan pada slot USB dan Kabel LAN. Kelebihan dari modem ini adalah dapat dengan mudah dibawa atau dipindahkan ke tempat lain.


fungsi modem


Modem Kabel yaitu perangkat keras yang menggunakan media kabel sebagai media perantaranya , contoh : TV kabel dan jaringan telepon. Jaringan TV kabel ini dapat digunakan untuk koneksi internet hingga mencapai kecepatan maksimun 27 Mbps untuk download, dan kecepatan upload hingga 2,5 Mbps.

jenis jenis modem

Modem tanpa kabel, modem ini menggunakan media tanpa kabel untuk perantaranya, contoh : modem GSM,  Modem CDMA. Kekurangan dari modem jenis ini adalah kecepatan dapat melemah jika cuaca di sekitarnya tidak mendukung. Kelebihannya adalah mudah dibawa dan mudah dipindahkan sesuai keinginan.

pengertian fungsi jenis jenis modem

Berdasarkan teknologi atau jenis koneksinya, modem dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Modem analog, yaitu modem yang menerima data dalam bentuk sinyal analog melalui suatu jaringan transmisi data kemudian mengubahnya menjadi data digital untuk dikirimkan ke komputer, atau sebaliknya. Modem ini biasanya digunakan untuk koneksi dial up melalui jaringan telepon, dan kemudian disebut modem dial up. Modem analog tersedia dalam berbagai kecepatan, misalnya 14,4 kbps, 28,8 kbps, dan 56 kbps dengan berbagai merek misalnya .

2. Modem DSL (Digital Subscriber Line), yaitu modem untuk menerima dan mengirimkan data dengan teknologi digital melalui suatu jaringan terdedikasi (dedicated line – jaringan khusus yang terus-menerus tersedia untuk keperluan internet, yang secara fisik dapat menggunakan kabel telepon). Dalam teknologi ini data yang diterima/dikirim modem DSL berupa data digital, sehingga akses internet lebih cepat dibandingkan dengan modem analog.
Ada dua jenis DSL, yaitu ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) kecepatan download lebih cepat daripada upload dan SSL (Symmetric Digital Subscriber Line) kecepatan download sama dengan kecepatan upload.

3. Modem kabel, yaitu modem yang menerima dan mengirim data internet yang melalui jaringan TV Kabel. Data yang diterima dan dikirim juga berupa data digital dengan kecepatan setara modem DSL.

4. Modem CDMA, yaitu modem dial up wireless yang bekerja dengan teknologi CDMA (Code Division Multiple Access), misalnya modem CDMA USB atau dapat pula menggunakan telepon genggam CDMA.

5. Modem GSM, yaitu modem wireless mobile yang bekerja pada jalur komunikasi telepon genggam GSM. Modem ini mendukung layanan GPRS/EDGE atau layanan 3G. Contohnya berupa modem GSM USB atau dapat menggunakan telepon genggam GSM yang mendukung teknologi GPRS/EDGE atau 3G.


by navika

Manfaat Buah Mangga Bagi Kesehatan




manfaat buah mangga bagi kesehatan 150x150 Manfaat Buah Mangga Bagi Kesehatan
manfaat buah mangga bagi kesehatan
Beragam Kandungan Manfaat Buah Mangga Bagi Kesehatan – Buah mangga merupakan buah yang namanya sama dengan nama pohonnya. Buah mangga sering juga disebut buah mempelam. Buah mangga termasuk dalam suku Anacardiaceae dan marga Mangifera dengan sebutan ilmiahnya Mangifera Indica. Tinggi pohon mangga antara 10m – 40m. Konon, buah mangga menyebar ke Asia Tenggara kurang lebih 1500 tahun silam. Buah mangga ini berasal dari Burma dan India.
Buah mangga tergolong buah yang mempunyai daging. Ukuran dan bentuknya beraneka macam tergantung jenisnya. Ada yang berbentuk bulat seperti mangga gedong, berbentuk bulat telur seperti mangga arum manis, dll. Ada juga juga yang berbentuk lonjong memanjang seperti mangga golek.
Beberapa kandungan gizi pada buah mangga
  • Vitamin C 27,7 mg (46%),
  • Diet serat 1,8 g, Lemak 0,27 g,
  • Kalium 156 mg (3%),
  • Vitamin B6 0,134 mg (10%),
  • Protein 0,51 g,
  • Seng 0,04 mg (0%).
  • Vitamin A equiv. 38 mg (4%),
  • Beta-karoten 445 mg (4%),
  • Thiamine (Vit. B1) 0.058 mg (4%),
  • Riboflavin (Vit. B2) 0,057 mg (4%),
  • Niacin (Vit. B3) 0,584 mg (4%),
  • Asam pantotenat (B5) 0,160 mg (3%),
  • Karbohidrat 17,00 g,
  • Folat (Vit. B9) 14 mg (4%),
  • Kalsium 10 mg (1%),
  • Besi 0,13 mg (1%),
  • Magnesium 9 mg (2%),
  • Gula 14,8 g,
  • Fosfor 11 mg (2%),
Manfaat Buah Mangga untuk Kesehatan
Dari berbagai macam kandungan pada buah yang berwarna orange ini maka manfaat buah mangga tentunya beragam. Beberapa manfaat buah mangga antara lain:
1.    Menurunkan kolesterol
Kandungan vitamin C, serat yang tinggi dan pectin berkhasiat untuk menurunkan kolesterol dalam darah.
2.    Mencegah serangan kanker
Kandungan senyawa anti-oksidan seperti astragalin, asam galat,  quercetin, methygallat, fisetin dan isoquercitrin berkhasiat untuk mencegah penyakit kanker usus berat, leukemia dan prostat.
3.    Memelihara kesehatan mata
Kandungan vitamin A pada buah mangga bermanfaat untuk mencegah mata kering dan menjaga kejernihan mata.
4.    Menjaga kadar insulin
Manfaat buah mangga dapat membantu kadar insulin agar tetap normal. Kandungan indeks glikemik pada buah mangga sangat rendah sehingga tidak membahayakan bagi penderita diabetes.
5.    Menurunkan panas dalam
Dengan mengkonsumsi jus mangga dapat mendinginkan tubuh, terutama ketika cuaca sedang sangat panas yang bisa mengikibatkan keletihan
6.    Meningkatkan sistem imun tubuh
Kandungan vitamin A, vitamin C dan kadar karotenoid pada buah mangga berkhasiat meningkatkan sistem imun tubuh.
7.    Membersihkan wajah
Manfaat buah mangga juga bisa untuk kecantikan, yaitu mampu menghilangkan jerawat dan membersihkan pori-pori. Cara pemakaiannya bisa dikonsumsi atau juga bisa dengan cara penggunaan luar.
8.    Memperlancar pencernaan
Jika Anda sedang menjalani diet atau sedang mengalami sembelit, maka buah mangga bisa memperlancar pencernaan dan sekresi yang didapatkan oleh pencernaan.
Untuk mendapatkan manfaat buah mangga bagi kesehatan bukan hanya dengan cara dikonsumsi langsung, tapi juga bisa diolah seperti manisan mangga, jus mangga, sambal mangga, dll. Semoga artikel tentang manfaat buah mangga bagi kesehatan ini bisa bermanfaat untuk Anda semuanya.

by navika

Kandungan Pada Air Kelapa Muda

Perlu diketahui bahwa air kelapa mengandung 4,7% dari total padatan, 2,6 % gula, 0,55 % protein, 0,74 % lemak, serta 0,46 % mineral. Komposisi gizi yang baik dari buah kelapa tersebut menyebabkan air kelapa dapat difungsikan sebagai media untuk pertumbuhan mikroba, misalnya saja Acetobacter xylinum yang digunakan untuk produksi nata de coco.

Manfaat dan Khasiat Kelapa

Manfaat dan Khasiat Dari Air Kelapa Muda Untuk Kesehatan :
  1. Mengobati penyakit demam berdarah dengan meminumnya secara rutin dan teratur.
  2. Menghilangkan rasa lelah dan lesu akibat kegiatan yang padat.
  3. Mengobati perut cacingan pada tubuh anak-anak. Dengan menambahkan sedikit sari jeruk pada setiap gelas air kelapa muda. Sebaiknya diminum teratur 3x sehari.
  4. Memperlancar buang air kecil atau sebaliknya mengurangi lancarnya buang air kecil. Karena air kelapa muda berkhasiat untuk membersihkan saluran kemih.
  5. Pembasmi cacing pada saluran usus. Dengan meminum air kelapa muda dengan teratur 3x sehari ditambah 1 sdt minyak zaitun.
  6. Mencukupi kebutuhan cairan bagi ibu/wanita yang sedang hamil.
  7. Sebagai penetralisir untuk orang yang sedang mabuk yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu.
  8. Air kelapa muda disinyalir mengandung anti virus, anti bakteri, dan anti jamur yang sama seperti yang terkandung pada air susu ibu.
  9. Mampu menjaga fungsi pencernaan atau metabolisme dalam tubuh.
  10. Sebagai pereda mual-mual dan muntah-muntah.
  11. Disinyalir mampu memecah batu ginjal. Air kelapa berkhasiat melunakkan kerak dalam ginjal.
  12. Merupakan cairan isotonik yang baik untuk menjaga kebugaran tubuh.

Selain dari khasiat dan manfaat air buah kelapa muda sebagai tumbuhan yang multifungsi daging buahnya pun mempunyai berbagai macam manfaat dan khasiat yang begit besar beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.
Kandungan dari Daging Buah Kelapa
Buah kelapa tua mengandung kalori yang sangat tinggi, yaitu sebesar 359 kalori/100 gram nya; daging kelapa yang masih setengah tua mengandung kalori 180 kal/100 gram nya dan daging kelapa yang masih muda mengandung kalori sebesar 68 kal/100 gram. Sedangkan pada air kelapa nilai kalori rata-rata berkisar 17 kal/100 gram nya. Air kelapa hijau lebih banyak mengandung tanin atau anti racun yang paling tinggi daripada jenis kelapa yang lain.
Manfaat dan Khasiat Buah Kelapa Antara Lain :
  1. Anti Racun, sebagai penawar racun yang baik.
  2. Mengatasi panas dalam
  3. Menurunkan sakit panas atau panas demam
  4. Sebagai obat mujarab demam berdarah
  5. Pencegah Influenza
  6. Mengatasi penyakit kencing batu
  7. Mengurangi rasa sakit saat haid
  8. Membasmi cacing kremi
  9. Mengurangi rasa sakit gigi
  10. Mengatasi dan mengurangi ketombe

Nah demikianlah beberapa manfaat dan khasiat dari buah kelapa dari air buah kelapa maupun daging buah kelapa. Ada masih banyak lagi manfaat yang bisa anda temukan dari batang pohon, pelepah kelapa, daun kelapa dan banyak lagi. Untuk membaca artikel lain yang menarik silahkan kunjungi artikel beriku ini  
 
by navika

7 Keajaiban Dunia


Terdapat 7 bangunan hebat purba yang masyur telah dibina manusia zaman dahulu. Mungkin kamu sudah sedia maklum akan senarai 7 binaan purba itu. Terdapat banyak bahan bertulis mengenai 7 keajaiban dunia itu yang telah ditulis sejak dari permulaan manusia mula pandai menulis lagi hinggalah ke zaman percetakan buku, dan internet pada hari ini. 


7 keajaiban dunia mula disenaraikan oleh orang Greek dizaman classical antiquity lagi, dan diasaskan dari buku panduan pengembara zaman Hellenic Greek menyenaraikan binaan yang hanya terdapat di Mediterranean sahaja. Nombor 7 dipilih kerana orang Greek menganggap nombor itu melambangkan keunggulan dan 'banyak'. Bagaimanapun sehingga hari ini banyak lagi senarai dalam angka 7 telah dibuat untuk binaan zaman pertengahan juga 7 nama binaan modern dan juga 7 lagi keajaiban alam semulajadi. Juga terdapat 7 nama senarai keajaiban binaan tamadun Islam dan 7 lagi senarai nama binaan manusia purba yang diluar dari pantai Mediterranean.    


Tamadun manusia zaman dahulu telah berjaya membina bangunan dan binaan agung menggunakan teknologi rendah sama seperti manusia modern hari ini yang membina bangunan pencakar langit dan binaan yang hebat. Terdapat 7 binaan yang dianggap ajaib dibina oleh manusia purba zaman dahulu. Apa yang membuatkan ia dianggap ajaib ialah kerana binaan tersebut dibina menggunakan teknologi purba tanpa penggunaan mesin berat & bahan binaan modern. Ia membuktikan manusia mempunyai kecerdikan dan kepandaian walaupun dengan kemahiran yang terhad dimasa lampau mampu membina bangunan yang maha hebat. Manusia zaman purba menyanjungi binaan tersebut sama seperti kita hari ini menyanjungi kehebatan bangunan pencakar langit modern, empangan besar, stadium besar dan infrastruktur modern.      



1. Pyramids


Piramid Besar telah dibina antara 2650-2500. Ia dikatakan bahawa piramid - piramid itu adalah kubur firaun Khufu. Ia terletak di Giza, Mesir. Piramid yang terbesar adalah 756 kaki panjang pada setiap sisi dan 450 kaki tinggi. Ia terdiri 2300000 blok, bahawa setiap seberat dua setengah tan. Ia mengambil masa 20 tahun untuk 100.000 hamba membina piramid. Ia memerlukan 112 orang untuk mengangkat setiap blok yang berasingan.


Dewan Raja - King's Chamber






Pemuburu harta karun mahu mendapatkan harta karun yang tersembunyi dalam makam firaun. Mereka mendapati bilik persegi kecil yang dikenali sebagai Dewan Queen. Ia adalah laluan. Galeri Grand satu lagi laluan kepada Dewan Raja. Ia adalah 34 kaki panjang, 17 kaki lebar dan 19 kaki tinggi. Selepas tidak menjumpai harta, perompak menjadi marah dan cuba untuk memusnahkan kubur tetapi terhenti selepas mengambil 30 kaki batu. Tiada siapa yang tahu apa yang berlaku kepada Raja Khufu dan khazanah. Sesetengah orang berfikir bahawa ia hanya balai cerap, tetapi kita tidak pasti kerana orang menyatakan bahawa, ia sudah lebih 2,000 tahun. Ahli astronomi yang memerhati laluan turun di atas Galeri Grand yang mungkin telah digunakan untuk pemetaan langit. Sekarang, kecuali bagi bahagian-bahagian Mausoleum dan Temple of Artemis, daripada kesemua 7 keajaiban dunia hanya bangunan piramid Agung sahaja tinggalan yang masih ada teguh berdiri.




2. The Hanging Gardens Of Babylon

Dalam beberapa cerita, orang mengatakan bahawa Taman Tergantung naik beratus-ratus kaki ke udara, tetapi melalui penerokaan arkeologi modern didapati mungkin tidak begitu besar. Kota kuno Babylon, yang berada di bawah Raja Nebukadnezar II, mungkin telah menjadikan para pelawat berasa takjub dimasa lalu. Pada 450 BC, seorang ahli sejarah yang bernama Herodotus menulis, "Di samping saiz itu, Babylon melepasi mana-mana bandar di dunia yang dikenali." Herodotus berkata dinding luar 80 kaki tebal, 320 kaki tinggi, dan 56 kilometer panjang. Dia berkata bahawa ia adalah cukup luas untuk sebuah kereta kuda yang berkuda empat untuk membelok didalamnya. Kubu-kubu dan kuil-kuil yang mengandungi patung-patung yang besar emas pepejal di dalam dinding dalaman. Atas bandar menara terkenal Babel, yang merupakan sebuah kuil Marduk Tuhan. Ia kelihatan seperti akan sampai ke langit.



Pemeriksaan arkeologi mendapati bahawa beberapa tulisan Herodotus (dinding luar seolah-olah hanya 10 batu panjang, dan tidak hampir-hampir sebagai tinggi) mungkin tidak benar. Tetapi cerita beliau memberitahu kita bagaimana menariknya ciri-ciri bandar itu kepada orang-orang yang telah melawat. Sumber dari bahan bertulis menunjukkan bahawa Raja Nebukadnezar membina taman. Beliau memerintah bandar selama 43 tahun bermula pada 605 SM. Menurut kata saksi, taman telah dibina oleh Nebuchadnezzer untuk menceriakan isterinya yang dirundung kerinduan. Di mana dia datang? Dari tanah rumput hijau dan dataran pergunungan. Beliau mendapati tanah rata Mesopotamia kering dan menyedihkan. Raja mahu mencipta semula keadaan tempat asal isterinya.  



Babylon jarang mendapat hujan dan taman-taman untuk terus hidup, ia tentu telah diairi dengan menggunakan air dari Sungai Euphrates. Orang akan mungkin terpaksa untuk mengangkat air yang sangat jauh ke udara di setiap peringkat. Sebuah pam rantai mungkin digunakan untuk membantu. Sebuah pam rantaian dua roda besar di atas satu sama lain. Baldi digantung pada rantai yang menghubungkan roda. Baldi pergi ke dalam air, kemudian datang dan masuk ke dalam kolam baru kembali ke dalam air untuk diisi semula. Air di bahagian atas kemudian dikosongkan melalui ke dalam pintu saluran yang seperti aliran tiruan air taman-taman. Pembinaan taman bukan sahaja rumit dengan mendapatkan air ke atas, tetapi juga perlu mengelak daripada mempunyai air meretakkan asas bangunan sebaik sahaja ia dibebaskan. Batu - batuan adalah sukar untuk didapati di Mesopotamia. Kebanyakan bangunan-bangunan di Babel menggunakan batu-bata.




Pintu kota Babylon yang dibaik pulih semula oleh arkeologist Iraq

Masih ada terdapat sisa tinggalan Gates Of Babylon yang terdapat di Iraq. Dari tinggalan itu arkeologi dapat sedikit panduan mengenai bentuk rupa taman bergantung babylon yang dibina berdekatan dengan pintu kota Babylon suatu masa dahulu.


 
 
by navika

Sejarah dan Asal Usul Nama Kota Palembang



Sejarah dan Asal Usul Nama Kota Palembang
Pada artikel sebelumnya kita telah membahas legenda Putri Ong Tien dari China yang menyusul kepulangan Sunan Gunung Jati ke Pulau Jawa. Selama perjalanan Putri Ong Tien dari China menuju Pulau Jawa, Kaisar Hong Gie mengutus tiga orang pembesar China menemani perjalan tersebut. Tiga orang tersebut adalah Pai Li Bang ( ada yang menyebutnya Pa Lin Fong), Lie Guan Chang dan Lie Guan Hien. Pai Li Bang adalah seorang menteri kerajaan China yang menjadi murid Sunan Gunung Jati pada saat beliau berdakwah di negeri China. Dari sinilah sejarah dan asal usul nama kota Palembang dimulai.
Menurut catatan Wikipedia, dalam pelayaran ke Pulau Jawa, rombongan Putri Ong Tien dan Pai Li Bang singgah di Kadipaten Sriwijaya. Begitu mereka datang, para penduduk Kadipaten Sriwijaya menyambutnya dengan meriah. Pai Li Bang sangat heran dengan sambutan tersebut. Pai Li Bang bertanya kepada tetua masyarakat Sriwijaya apakah yang sebenarnya terjadi. Tetua masyarakat tersebut malah balik bertanya siapa diantara anggota rombongan tersebut yang bernama Pai Li Bang.
Setelah mengetahui bahwa yang bertanya tadi adalah orang yang dicari, maka Pai Li Bang bergegas digotong penduduk ke atas tandu. Pai Li Bang dibawa ke istana Kadipaten Sriwijaya. Setelah Pai Li Bang duduk di kursi Adipati, tetua masyarakat tersebut menerangkan bahwa Adipati Ario Damar selalu pemegang kekuasaan Sriwijaya telah meninggal dunia. Penduduk merasa bingung untuk mencari pengganti Ario Damar karena putera Ario Damar, Raden Fatah dan Raden Hasan, sudah menetap di Pulau Jawa.

Pai Li Bang Membangun Kadipaten Sriwijaya

Dalam kebingungan itu, muncul Sunan Gunung Jati di Kadipaten Sriwijaya. Beliau berpesan bahwa sebentar lagi akan datang rombongan murid dari negeri China yang bernama Pai Li Bang. Murid Sunan Gunung Jati itulah yang pantas menjadi pengganti Ario Damar karena Pai Li Bang merupakan seorang menteri negara di China dan berpengalaman membangun negara.
Setelah berpesan demikian, Sunan Gunung Jati meneruskan pelayarannya ke Pulau Jawa. Pai Li Bang selaku murid Sunan Gunung Jati semakin kagum dengan kemampuan gurunya yang mampu mengetahui sebelum peristiwa terjadi. Pai Li Bang tidak menolak keinginan gurunya dan bersedia menjadi Adipati Sriwijaya.
Dalam lampiran buku Perdebatan Syekh Siti Jenar dengan Wali Songo yang ditulis oleh M.B. Rahimsyah AR, diterbitkan Bintang Jaya Press, semasa pemerintahan Pai Li Bang wilayah Sriwijaya maju pesat sebagai kadipaten yang paling makmur dan aman. Berbagai pembangunan dijalankan agar kehidupan masyarakat setempat semakin sejahtera. Untuk menghormati jasa-jasa Pai Li Bang, setelah Pai Li Bang meninggal dunia maka nama Kadipaten Sriwijaya diganti dengan nama Kadipaten Pai Li Bang.
Dalam perkembangannya, karena proses pengucapan lidah orang Sriwijaya maka lama kelamaan nama Kadipaten Pai Li Bang berubah menjadi Kadipaten Palembang. Sampai sekarang, wilayah Sriwijaya disebut sebagai kota Palembang berkat pimpinan dan kepahlawanan Pai Li Bang. Demikian artikel sejarah budaya yang membahas asal usul pemberian nama kota Palembang. Mudah-mudahan informasi ini berguna untuk Anda.

by navika

Sejarah Ibu kota Jakarta



Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972). Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 9.607.787 jiwa (2010).Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia


  • Batavia/Batauia adalah nama yang diberikan oleh orang Belanda pada koloni dagang yang sekarang tumbuh menjadi Jakarta, ibu kota Indonesia. Batavia didirikan di pelabuhan bernama Jayakarta yang direbut dari kekuasaan Kesultanan Banten. Sebelum dikuasai Banten, bandar ini dikenal sebagai Kalapa atau Sunda Kalapa, dan merupakan salah satu titik perdagangan Kerajaan Sunda. Dari kota pelabuhan inilah VOC mengendalikan perdagangan dan kekuasaan militer dan politiknya di wilayah Nusantara.Nama Batavia dipakai sejak sekitar tahun 1621 sampai tahun 1942, ketika Hindia-Belanda jatuh ke tangan Jepang. Sebagai bagian dari de-Nederlandisasi, nama kota diganti menjadi Jakarta. Bentuk bahasa Melayunya, yaitu "Betawi", masih tetap dipakai sampai sekarang.
  • Nama Batavia berasal dari suku Batavia, sebuah suku Jermanik yang bermukim di tepi Sungai Rhein pada Zaman Kekaisaran Romawi. Bangsa Belanda dan sebagian bangsa Jerman adalah keturunan dari suku ini. Batavia juga merupakan nama sebuah kapal layar tiang tinggi yang cukup besar buatan Belanda (VOC), dibuat pada 29 Oktober 1628, dinahkodai oleh Kapten Adriaan Jakobsz. Tidak jelas sejarahnya, entah nama kapal tersebut yang merupakan awal dari nama Betawi- Batavia, atau bahkan sebaliknya, pihak VOC yang menggunakan nama Batavia untuk menamai kapalnya. Kapal tersebut akhirnya kandas di pesisir Beacon Island, Australia Barat. Dan seluruh awaknya yang berjumlah 268 orang berlayar dengan perahu sekoci darurat menuju kota Batavia ini.

  • Sunda Kelapa

Bukti tertua mengenai eksistensi permukiman penduduk yang sekarang bernama Jakarta adalah Prasasti Tugu yang tertanam di desa Batu Tumbuh, Jakarta Utara. Prasasti tersebut berkaitan dengan 4 prasasti lain yang berasal dari zaman kerajaan Hindu, Tarumanegara ketika diperintah oleh Raja Purnawarman. Berdasarkan Prasasti Kebon Kopi, nama Sunda Kalapa (Sunda Kelapa) sendiri diperkirakan baru muncul abad sepuluh.
Permukiman tersebut berkembang menjadi pelabuhan, yang kemudian juga dikunjungi oleh kapal-kapal dari mancanegara. Hingga kedatangan orang Portugis, Sunda Kalapa masih di bawah kekuasaan kerajaan Hindu lain, Pakuan Pajajaran. Sementara itu, Portugis telah berhasil menguasai Malaka, dan tahun 1522 Gubernur Portugis d'Albuquerque mengirim utusannya, Enrique Leme yang didampingi oleh Tomé Pires untuk menemui Raja Sangiang Surawisesa. Pada 21 Agustus 1522 ditandatangani perjanjian persahabatan antara Pajajaran dan Portugis. Diperkirakan, langkah ini diambil oleh sang raja Pakuan Pajajaran tersebut guna memperoleh bantuan dari Portugis dalam menghadapi ancaman Kesultanan Demak, yang telah menghancurkan beberapa kerajaan Hindu, termasuk Majapahit. Namun ternyata perjanjian ini sia-sia saja, karena ketika diserang oleh Kerajaan Islam Demak, Portugis tidak membantu mempertahankan Sunda Kalapa

  • Jayakarta

Pelabuhan Sunda Kalapa diserang oleh tentara Demak pada 1526, yang dipimpin oleh Fatahillah, Panglima Perang asal Gujarat, India, dan jatuh pada 22 Juni 1527, dan setelah berhasil direbut, namanyapun diganti menjadi Jayakarta. Setelah Fatahillah berhasil mengalahkan dan mengislamkan Banten, Jayakarta berada di bawah kekuasaan Banten, yang kini menjadi kesultanan. Orang Sunda yang membelanya dikalahkan dan mundur ke arah Bogor. Sejak itu, dan untuk beberapa dasawarsa abad ke-16, Jayakarta dihuni orang Banten yang terdiri dari orang yang berasal dari Demak dan Cirebon.
Sampai Jan Pieterszoon Coen menghancurkan Jayakarta (1619), orang Banten bersama saudagar Arab dan Tionghoa tinggal di muara Ciliwung. Selain orang Tionghoa, semua penduduk ini mengundurkan diri ke daerah kesultanan Banten waktu Batavia menggantikan Jayakarta (1619).

  • BATAVIA
Pieter Both yang menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama, lebih memilih Jayakarta sebagai basis administrasi dan perdagangan VOC daripada pelabuhan Banten, karena pada waktu itu di Banten telah banyak kantor pusat perdagangan orang-orang Eropa lain seperti Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, sedangkan Jayakarta masih merupakan pelabuhan kecil.
Pada tahun 1611 VOC mendapat izin untuk membangun satu rumah kayu dengan fondasi batu di Jayakarta, sebagai kantor dagang. Kemudian mereka menyewa lahan sekitar 1,5 hektar di dekat muara di tepi bagian timur Sungai Ciliwung, yang menjadi kompleks perkantoran, gudang dan tempat tinggal orang Belanda, dan bangunan utamanya dinamakan Nassau Huis.
Ketika Jan Pieterszoon Coen menjadi Gubernur Jenderal (1618 – 1623), ia mendirikan lagi bangunan serupa Nassau Huis yang dinamakan Mauritius Huis, dan membangun tembok batu yang tinggi, di mana ditempatkan beberapa meriam. Tak lama kemudian, ia membangun lagi tembok setinggi 7 meter yang mengelilingi areal yang mereka sewa, sehingga kini benar-benar merupakan satu benteng yang kokoh, dan mulai mempersiapkan untuk menguasai Jayakarta.
Dari basis benteng ini pada 30 Mei 1619 Belanda menyerang Jayakarta, yang memberi mereka izin untuk berdagang, dan membumihanguskan keraton serta hampir seluruh pemukiman penduduk. Berawal hanya dari bangunan separuh kayu, akhirnya Belanda menguasai seluruh kota. Semula Coen ingin menamakan kota ini sebagai Nieuwe Hollandia, namun De Heeren Zeventien di Belanda memutuskan untuk menamakan kota ini menjadi Batavia, untuk mengenang orang Batavia.
Jan Pieterszoon Coen menggunakan semboyan hidupnya “Dispereert niet, ontziet uw vijanden niet, want God is met ons” menjadi semboyan atau motto kota Batavia, singkatnya “Dispereert niet” yang berarti “Jangan putus asa”.
Pada 4 Maret 1621, pemerintah Stad Batavia (kota Batavia) dibentuk. Jayakarta dibumiratakan dan dibangun benteng yang bagian depannya digali parit. Di bagian belakang dibangun gudang juga dikitari parit, pagar besi dan tiang-tiang yang kuat. Selama 8 tahun kota Batavia sudah meluas 3 kali lipat. Pembangunannya selesai pada tahun 1650. Kota Batavia sebenarnya terletak di selatan Kastil yang juga dikelilingi oleh tembok-tembok dan dipotong-potong oleh banyak parit.
Pada awal abad ke-17 perbatasan antara wilayah kekuasaan Banten dan Batavia mula-mula dibentuk oleh Kali Angke dan kemudian Kali Cisadane. Kawasan sekitar Batavia menjadi kosong. Daerah di luar benteng dan tembok kota tidak aman, antara lain karena gerilya Banten dan sisa prajurit Mataram (1628-1629) yang tidak mau pulang.
Beberapa persetujuan bersama dengan Banten (1659 dan 1684) dan Mataram (1652) menetapkan daerah antara Cisadane dan Citarum sebagai wilayah kompeni. Baru pada akhir abad ke-17 daerah Jakarta sekarang mulai dihuni orang lagi, yang digolongkan menjadi kelompok budak belian dan orang pribumi yang bebas.
Pada 1 April 1905 nama Stad Batavia diubah menjadi Gemeente Batavia. Pada 8 Januari 1935 nama kota ini diubah lagi menjadi Stad Gemeente Batavia

  • Sejarah Indonesia selama 1945—1949 dimulai dengan masuknya Sekutu diboncengi oleh Belanda (NICA) ke berbagai wilayah Indonesia setelah kekalahan Jepang, dan diakhiri dengan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949. Terdapat banyak sekali peristiwa sejarah pada masa itu, pergantian berbagai posisi kabinet, Aksi Polisionil oleh Belanda, berbagai perundingan, dan peristiwa-peristiwa sejarah lainnya. 

Latar belakang terjadinya kemerdekaan

Sesuai dengan perjanjian Wina pada tahun 1942, bahwa negara-negara sekutu bersepakat untuk mengembalikan wilayah-wilayah yang kini diduduki Jepang pada pemilik koloninya masing-masing bila Jepang berhasil diusir dari daerah pendudukannya.
Menjelang akhir perang, tahun 1945, sebagian wilayah Indonesia telah dikuasai oleh tentara sekutu. Satuan tentara Australia telah mendaratkan pasukannya di Makasar dan Banjarmasin, sedangkan Balikpapan telah diduduki oleh Australia sebelum Jepang menyatakan menyerah kalah. Sementara Pulau Morotai dan Irian Barat bersama-sama dikuasai oleh satuan tentara Australia dan Amerika Serikat di bawah pimpinan Jenderal Douglas MacArthur, Panglima Komando Kawasan Asia Barat Daya (South West Pacific Area Command/SWPAC).
Setelah perang usai, tentara Australia bertanggung jawab terhadap Kalimantan dan Indonesia bagian Timur, Amerika Serikat menguasai Filipina dan tentara Inggris dalam bentuk komando SEAC (South East Asia Command) bertanggung jawab atas India, Burma, Srilanka, Malaya, Sumatra, Jawa dan Indocina. SEAC dengan panglima Lord Mountbatten sebagai Komando Tertinggi Sekutu di Asia Tenggara bertugas melucuti bala tentera Jepang dan mengurus pengembalian tawanan perang dan tawanan warga sipil sekutu (Recovered Allied Prisoners of War and Internees/RAPWI).

Mendaratnya Belanda diwakili NICA

Berdasarkan Civil Affairs Agreement, pada 23 Agustus 1945 Inggris bersama tentara Belanda mendarat di Sabang, Aceh. 15 September 1945, tentara Inggris selaku wakil Sekutu tiba di Jakarta, dengan didampingi Dr. Charles van der Plas, wakil Belanda pada Sekutu. Kehadiran tentara Sekutu ini, diboncengi NICA (Netherland Indies Civil Administration - pemerintahan sipil Hindia Belanda) yang dipimpin oleh Dr. Hubertus J van Mook, ia dipersiapkan untuk membuka perundingan atas dasar pidato siaran radio Ratu Wilhelmina tahun 1942 (statkundige concepti atau konsepsi kenegaraan), tetapi ia mengumumkan bahwa ia tidak akan berbicara dengan Soekarno yang dianggapnya telah bekerja sama dengan Jepang. Pidato Ratu Wilhemina itu menegaskan bahwa di kemudian hari akan dibentuk sebuah persemakmuran yang di antara anggotanya ialah Kerajaan Belanda dan Hindia Belanda, di bawah pimpinan Ratu Belanda.

Pertempuran melawan Sekutu dan NICA

Terdapat berbagai pertempuran yang terjadi pada saat masuknya Sekutu dan NICA ke Indonesia, yang saat itu baru menyatakan kemerdekaannya. Pertempuran yang terjadi di antaranya adalah:
  1. Peristiwa 10 November, di daerah Surabaya dan sekitarnya.
  2. Palagan Ambarawa, di daerah Ambarawa, Semarang dan sekitarnya.
  3. Perjuangan Gerilya Jenderal Soedirman, meliputi Jawa Tengah dan Jawa Timur
  4. Bandung Lautan Api, di daerah Bandung dan sekitarnya.
  5. Pertempuran Medan Area, di daerah Medan dan sekitarnya.
  6. Pertempuran Margarana, di Bali
  7. Serangan Umum 1 Maret 1949, di Yogyakarta
  8. Pertempuran Lima Hari Lima Malam, di Palembang
  9. Pertempuran Lima Hari, di Semarang

Ibukota pindah ke Yogyakarta

Karena situasi keamanan ibukota Jakarta (Batavia saat itu) yang makin memburuk, maka pada tanggal 4 Januari 1946, Soekarno dan Hatta dengan menggunakan kereta api, pindah ke Yogyakarta sekaligus pula memindahkan ibukota. Meninggalkan Sutan Syahrir dan kelompok yang pro-negosiasi dengan Belanda di Jakarta.[1]
Pemindahan ke Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan kereta api, yang disebut dengan singkatan KLB (Kereta Luar Biasa). Orang lantas berasumsi bahwa rangkaian kereta api yang digunakan adalah rangkaian yang terdiri dari gerbong-gerbong luar biasa. Padahal yang luar biasa adalah jadwal perjalanannya, yang diselenggarakan di luar jadwal yang ada, karena kereta dengan perjalanan luar biasa ini, mengangkut Presiden beserta Wakil Presiden, dengan keluarga dan staf, gerbong-gerbongnya dipilihkan yang istimewa, yang disediakan oleh Djawatan Kereta Api (DKA) untuk VVIP.[2]

1946

 Perubahan sistem pemerintahan

Pernyataan van Mook untuk tidak berunding dengan Soekarno adalah salah satu faktor yang memicu perubahan sistem pemerintahan dari presidensiil menjadi parlementer. Gelagat ini sudah terbaca oleh pihak Republik Indonesia, karena itu sehari sebelum kedatangan Sekutu, tanggal 14 November 1945, Soekarno sebagai kepala pemerintahan republik diganti oleh Sutan Sjahrir yang seorang sosialis dianggap sebagai figur yang tepat untuk dijadikan ujung tombak diplomatik, bertepatan dengan naik daunnya partai sosialis di Belanda.
Terjadinya perubahan besar dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia (dari sistem Presidensiil menjadi sistem Parlementer) memungkinkan perundingan antara pihak RI dan Belanda. Dalam pandangan Inggris dan Belanda, Sutan Sjahrir dinilai sebagai seorang moderat, seorang intelek, dan seorang yang telah berperang selama pemerintahan Jepang.

Diplomasi Syahrir

Ketika Syahrir mengumumkan kabinetnya, 15 November 1945, Letnan Gubernur Jendral van Mook mengirim kawat kepada Menteri Urusan Tanah Jajahan (Minister of Overseas Territories, Overzeese Gebiedsdelen), J.H.A. Logemann, yang berkantor di Den Haag: "Mereka sendiri [Sjahrir dan Kabinetnya] dan bukan Soekarno yang bertanggung jawab atas jalannya keadaan". Logemann sendiri berbicara pada siaran radio BBC tanggal 28 November 1945, "Mereka bukan kolaborator seperti Soekarno, presiden mereka, kita tidak akan pernah dapat berurusan dengan Dr Soekarno, kita akan berunding dengan Sjahrir". Tanggal 6 Maret 1946 kepada van Mook, Logemann bahkan menulis bahwa Soekarno adalah persona non grata.
Pihak Republik Indonesia memiliki alasan politis untuk mengubah sistem pemerintahan dari Presidensiil menjadi Parlementer, karena seminggu sebelum perubahan pemerintahan itu, Den Haag mengumumkan dasar rencananya. Ir Soekarno menolak hal ini, sebaliknya Sjahrir mengumumkan pada tanggal 4 Desember 1945 bahwa pemerintahnya menerima tawaran ini dengan syarat pengakuan Belanda atas Republik Indonesia.
Tanggal 10 Februari 1946, pemerintah Belanda membuat pernyataan memperinci tentang politiknya dan menawarkan mendiskusikannya dengan wakil-wakil Republik yang diberi kuasa. Tujuannya hendak mendirikan persemakmuran Indonesia, yang terdiri dari daerah-daerah dengan bermacam-macam tingkat pemerintahan sendiri, dan untuk menciptakan warga negara Indonesia bagi semua orang yang dilahirkan di sana. Masalah dalam negeri akan dihadapi dengan suatu parlemen yang dipilih secara demokratis dan orang-orang Indonesia akan merupakan mayoritas. Kementerian akan disesuaikan dengan parlemen tetapi akan dikepalai oleh wakil kerajaan. Daerah-daerah yang bermacam-macam di Indonesia yang dihubungkan bersama-sama dalam suatu susunan federasi dan persemakmuran akan menjadi rekan (partner) dalam Kerajaan Belanda, serta akan mendukung permohonan keanggotaan Indonesia dalam organisasi PBB.
Pada bulan April dan Mei 1946, Sjahrir mengepalai delegasi kecil Indonesia yang pergi berunding dengan pemerintah Belanda di Hoge Veluwe. Lagi, ia menjelaskan bahwa titik tolak perundingan haruslah berupa pengakuan atas Republik sebagai negara berdaulat. Atas dasar itu Indonesia baru mau berhubungan erat dengan Kerajaan Belanda dan akan bekerja sama dalam segala bidang. Karena itu Pemerintah Belanda menawarkan suatu kompromi yaitu: "mau mengakui Republik sebagai salah satu unit negara federasi yang akan dibentuk sesuai dengan Deklarasi 10 Februari".
Sebagai tambahan ditawarkan untuk mengakui pemerintahan de facto Republik atas bagian Jawa dan Madura yang belum berada di bawah perlindungan pasukan Sekutu. Karena Sjahrir tidak dapat menerima syarat-syarat ini, konferensi itu bubar dan ia bersama teman-temannya kembali pulang.
Tanggal 17 Juni 1946, Sjahrir mengirimkan surat rahasia kepada van Mook, menganjurkan bahwa mungkin perundingan yang sungguh-sungguh dapat dimulai kembali. Dalam surat Sjahrir yang khusus ini, ada penerimaan yang samar-samar tentang gagasan van Mook mengenai masa peralihan sebelum kemerdekaan penuh diberikan kepada Indonesia; ada pula nada yang lebih samar-samar lagi tentang kemungkinan Indonenesia menyetujui federasi Indonesia - bekas Hindia Belanda dibagi menjadi berbagai negara merdeka dengan kemungkinan hanya Republik sebagai bagian paling penting. Sebagai kemungkinan dasar untuk kompromi, hal ini dibahas beberapa kali sebelumnya, dan semua tokoh politik utama Republik mengetahui hal ini.
Tanggal 17 Juni 1946, sesudah Sjahrir mengirimkan surat rahasianya kepada van Mook, surat itu dibocorkan kepada pers oleh surat kabar di Negeri Belanda. Pada tanggal 24 Juni 1946, van Mook mengirim kawat ke Den Haag: "menurut sumber-sumber yang dapat dipercaya, usul balasan (yakni surat Sjahrir) tidak disetujui oleh Soekarno dan ketika dia bertemu dengannya, dia marah. Tidak jelas, apa arah yang akan diambil oleh amarah itu". Pada waktu yang sama, surat kabar Indonesia menuntut dijelaskan desas-desus tentang Sjahrir bersedia menerima pengakuan de facto Republik Indonesia terbatas pada Jawa dan Sumatra.


Penculikan terhadap PM Sjahrir

Tanggal 27 Juni 1946, dalam Pidato Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Wakil Presiden Hatta menjelaskan isi usulan balasan di depan rakyat banyak di alun-alun utama Yogyakarta, dihadiri oleh Soekarno dan sebagian besar pucuk pimpinan politik. Dalam pidatonya, Hatta menyatakan dukungannya kepada Sjahrir, akan tetapi menurut sebuah analisis, publisitas luas yang diberikan Hatta terhadap surat itu, menyebabkan kudeta dan penculikan terhadap Sjahrir.
Pada malam itu terjadi peristiwa penculikan terhadap Perdana Menteri Sjahrir, yang sudah terlanjur dicap sebagai "pengkhianat yang menjual tanah airnya". Sjahrir diculik di Surakarta, ketika ia berhenti dalam perjalanan politik menelusuri Jawa. Kemudian ia dibawa ke Paras, kota dekat Solo, di rumah peristirahatan seorang pangeran Solo dan ditahan di sana dengan pengawasan Komandan Batalyon setempat.
Pada malam tanggal 28 Juni 1946, Ir Soekarno berpidato di radio Yogyakarta. Ia mengumumkan, "Berhubung dengan keadaan di dalam negeri yang membahayakan keamanan negara dan perjuangan kemerdekaan kita, saya, Presiden Republik Indonesia, dengan persetujuan Kabinet dan sidangnya pada tanggal 28 Juni 1946, untuk sementara mengambil alih semua kekuasaan pemerintah". Selama sebulan lebih, Soekarno mempertahankan kekuasaan yang luas yang dipegangnya. Tanggal 3 Juli 1946, Sjahrir dibebaskan dari penculikan; namun baru tanggal 14 Agustus 1946, Sjahrir diminta kembali untuk membentuk kabinet.

1946-1947

Perjanjian Linggarjati

Bulan Agustus pemerintah Belanda melakukan usaha lain untuk memecah halangan dengan menunjuk tiga orang Komisi Jendral datang ke Jawa dan membantu Van Mook dalam perundingan baru dengan wakil-wakil republik itu. Konferensi antara dua belah pihak diadakan di bulan Oktober dan November di bawah pimpinan yang netral seorang komisi khusus Inggris, Lord Killearn. Bertempat di bukit Linggarjati dekat Cirebon. Setelah mengalami tekanan berat -terutama Inggris- dari luar negeri, dicapailah suatu persetujuan tanggal 15 November 1946 yang pokok pokoknya sebagai berikut :
  • Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatra, Jawa dan Madura. Belanda harus meninggalkan wilayah de facto paling lambat 1 Januari 1949,
  • Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat, dengan nama Republik Indonesia Serikat, yang salah satu bagiannya adalah Republik Indonesia
  • Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia - Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.
Untuk ini Kalimantan dan Timur Raya akan menjadi komponennya. Sebuah Majelis Konstituante didirikan, yang terdiri dari wakil-wakil yang dipilih secara demokratis dan bagian-bagian komponen lain. Indonesia Serikat pada gilirannya menjadi bagian Uni Indonesia-Belanda bersama dengan Belanda, Suriname dan Curasao. Hal ini akan memajukan kepentingan bersama dalam hubungan luar negeri, pertahanan, keuangan dan masalah ekonomi serta kebudayaan. Indonesia Serikat akan mengajukan diri sebagai anggota PBB. Akhirnya setiap perselisihan yang timbul dari persetujuan ini akan diselesaikan lewat arbitrase.
Kedua delegasi pulang ke Jakarta, dan Soekarno-Hatta kembali ke pedalaman dua hari kemudian, pada tanggal 15 November 1946, di rumah Sjahrir di Jakarta, berlangsung pemarafan secara resmi Perundingan Linggarjati. Sebenarnya Soekarno yang tampil sebagai kekuasaan yang memungkinkan tercapainya persetujuan, namun, Sjahrir yang diidentifikasikan dengan rancangan, dan yang bertanggung jawab bila ada yang tidak beres.

Agresi Militer I

Pada tanggal 27 Mei 1947, Belanda mengirimkan Nota Ultimatum, yang harus dijawab dalam 14 hari, yang berisi:
  1. Membentuk pemerintahan ad interim bersama;
  2. Mengeluarkan uang bersama dan mendirikan lembaga devisa bersama;
  3. Republik Indonesia harus mengirimkan beras untuk rakyat di daerahdaerah yang diduduki Belanda;
  4. Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban bersama, termasuk daerah daerah Republik yang memerlukan bantuan Belanda (gendarmerie bersama); dan
  5. Menyelenggarakan penilikan bersama atas impor dan ekspor
Perdana Menteri Sjahrir menyatakan kesediaan untuk mengakui kedaulatan Belanda selama masa peralihan, tetapi menolak gendarmerie bersama. Jawaban ini mendapatkan reaksi keras dari kalangan parpol-parpol di Republik.
Ketika jawaban yang memuaskan tidak kunjung tiba, Belanda terus "mengembalikan ketertiban" dengan "tindakan kepolisian". Pada tanggal 20 Juli 1947 tengah malam (tepatnya 21 Juli 1947) mulailah pihak Belanda melancarkan 'aksi polisionil' mereka yang pertama.
Aksi Belanda ini sudah sangat diperhitungkan sekali dimana mereka telah menempatkan pasukan-pasukannya di tempat yang strategis. Pasukan yang bergerak dari Jakarta dan Bandung untuk menduduki Jawa Barat (tidak termasuk Banten), dan dari Surabaya untuk menduduki Madura dan Ujung Timur. Gerakan-gerakan pasukan yang lebih kecil mengamankan wilayah Semarang. Dengan demikian, Belanda menguasai semua pelabuhan perairan-dalam di Jawa Di Sumatera, perkebunan-perkebunan di sekitar Medan, instalasi- instalasi minyak dan batubara di sekitar Palembang, dan daerah Padang diamankan. Melihat aksi Belanda yang tidak mematuhi perjanjian Linggarjati membuat Sjahrir bingung dan putus asa, maka pada bulan Juli 1947 dengan terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri, karena sebelumnya dia sangat menyetujui tuntutan Belanda dalam menyelesaikan konflik antara pemerintah RI dengan Belanda.
Menghadapi aksi Belanda ini, bagi pasukan Republik hanya bisa bergerak mundur dalam kebingungan dan hanya menghancurkan apa yang dapat mereka hancurkan. Dan bagi Belanda, setelah melihat keberhasilan dalam aksi ini menimbulkan keinginan untuk melanjutkan aksinya kembali. Beberapa orang Belanda, termasuk van Mook, berkeinginan merebut Yogyakarta dan membentuk suatu pemerintahan Republik yang lebih lunak, tetapi pihak Amerika dan Inggris yang menjadi sekutunya tidak menyukai 'aksi polisional' tersebut serta menggiring Belanda untuk segera menghentikan penaklukan sepenuhnya terhadap Republik.

Naiknya Amir Syarifudin sebagai Perdana Menteri

Setelah terjadinya Agresi Militer Belanda I pada bulan Juli, pengganti Sjahrir adalah Amir Syarifudin yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Dalam kapasitasnya sebagai Perdana Menteri, dia menggaet anggota PSII yang dulu untuk duduk dalam Kabinetnya. Termasuk menawarkan kepada S.M. Kartosoewirjo untuk turut serta duduk dalam kabinetnya menjadi Wakil Menteri Pertahanan kedua. Seperti yang dijelaskan dalam sepucuk suratnya kepada Soekarno dan Amir Syarifudin, dia menolak kursi menteri karena "ia belum terlibat dalam PSII dan masih merasa terikat kepada Masyumi".
S.M. Kartosoewirjo menolak tawaran itu bukan semata-mata karena loyalitasnya kepada Masyumi. Penolakan itu juga ditimbulkan oleh keinginannya untuk menarik diri dari gelanggang politik pusat. Akibat menyaksikan kondisi politik yang tidak menguntungkan bagi Indonesia disebabkan berbagai perjanjian yang diadakan pemerintah RI dengan Belanda. Di samping itu Kartosoewirjo tidak menyukai arah politik Amir Syarifudin yang kekiri-kirian. Kalau dilihat dari sepak terjang Amir Syarifudin selama manggung di percaturan politik nasional dengan menjadi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan sangat jelas terlihat bahwa Amir Syarifudin ingin membawa politik Indonesia ke arah Komunis.

Jakarta (1947–Sekarang)

Penjajahan oleh Jepang dimulai pada tahun 1942 dan mengganti nama Batavia menjadi Djakarta untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. Kota ini juga merupakan tempat dilangsungkannya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan diduduki Belanda sampai pengakuan kedaulatan tahun 1949.
Sebelum tahun 1959, Djakarta merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 1959, status Kota Djakarta mengalami perubahan dari sebuah kotapraja di bawah walikota ditingkatkan menjadi daerah tingkat satu (Dati I) yang dipimpin oleh gubernur. Yang menjadi gubernur pertama ialah Soemarno Sosroatmodjo, seorang dokter tentara. Pengangkatan Gubernur DKI waktu itu dilakukan langsung oleh Presiden Sukarno. Pada tahun 1961, status Jakarta diubah dari Daerah Tingkat Satu menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI) dan gubernurnya tetap dijabat oleh Sumarno.[16]
Semenjak dinyatakan sebagai ibu kota, penduduk Jakarta melonjak sangat pesat akibat kebutuhan tenaga kerja kepemerintahan yang hampir semua terpusat di Jakarta. Dalam waktu 5 tahun penduduknya berlipat lebih dari dua kali. Berbagai kantung pemukiman kelas menengah baru kemudian berkembang, seperti Kebayoran Baru, Cempaka Putih, Pulo Mas, Tebet, dan Pejompongan. Pusat-pusat pemukiman juga banyak dibangun secara mandiri oleh berbagai kementerian dan institusi milik negara seperti Perum Perumnas.
Pada masa pemerintahan Soekarno, Jakarta melakukan pembangunan proyek besar, antara lain Gelora Bung Karno, Masjid Istiqlal, dan Monumen Nasional. Pada masa ini pula Poros Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman mulai dikembangkan sebagai pusat bisnis kota, menggantikan poros Medan Merdeka-Senen-Salemba-Jatinegara. Pusat pemukiman besar pertama yang dibuat oleh pihak pengembang swasta adalah Pondok Indah (oleh PT Pembangunan Jaya) pada akhir dekade 1970-an di wilayah Jakarta Selatan.
Laju perkembangan penduduk ini pernah coba ditekan oleh gubernur Ali Sadikin pada awal 1970-an dengan menyatakan Jakarta sebagai "kota tertutup" bagi pendatang. Kebijakan ini tidak bisa berjalan dan dilupakan pada masa-masa kepemimpinan gubernur selanjutnya. Hingga saat ini, Jakarta masih harus bergelut dengan masalah-masalah yang terjadi akibat kepadatan penduduk, seperti banjir, kemacetan, serta kekurangan alat transportasi umum yang memadai.
Pada Mei 1998, terjadi kerusuhan di Jakarta yang memakan korban banyak etnis Tionghoa. Gedung MPR/DPR diduduki oleh para mahasiswa yang menginginkan reformasi. Buntut kerusuhan ini adalah turunnya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan. (Lihat Kerusuhan Mei 1998).

by navika